Selasa, 15 Mei 2018

Menghilangkan Sikap Menunda


Menghilangkan Sikap Menunda

Masyarakat hidup di dunia ini penuh perhitungan dalam setiap saat. Sedikit demi sedikit waktu yang kita perlukan, akan terasa cepat. Walaupun itu,  mengapa waktu dapat kita biarkan terus-menerus hingga tak sadar diri? bagaimana waktu itu penuh bermakna dalam setiap aktivitas ? apa yang seharusnya kita pentingkan?. Kebiasaan masyarakat cenderung mengabaikan waktu dalam konteks aktivitasnya. Karena tak dapat kita pungkiri, banyak orang melakukan aktivitas dalam hal kebiasaan menunda waktu,  apabila waktu pun tiba terkadang orang menjadikan waktu itu lupa dalam kebiasaan, sebab yang ia jalani belum tentu mencapai waktu target.
Di sisi lain dalam pertemuan diskusi sering kali mahasiswa menganggap jam karet ini sudah terbiasa sebagaimana hal yang wajar di kalangan mahasiswa. Dengan adanya tersebut perlunya tindakan sanksi yang tegas dari dosen terhadap mahasiswa agar berdisplin waktu dan perlu menghargai waktu. kebiasaan menunda terus-menerus akan berdampak merugikan diri sendiri dan dapat mempengaruhi waktu orang lain. Hal ini tak dapat kita terapkan kembali dalam sosialisasi kehidupan.
Berbeda halnya dengan ilmu fisika menyatakan bahwa waktu itu sangatlah berharga dalam gagasan penelitian. Para ilmuwan lain seperti Einsten, dapat memperhitungkan setiap waktu dari segi substansi dan keilmiahan yang dimiliki serta hasil penemuan yang ia jalani hingga sekarang ini dapat bermanfaat.
Sekarang kita benahi terlebih dahulu dalam segala aktivitas, seperti kebiasaan tidak tepat waktu dalam aktivitas sosial maupun kepribadian diri sendiri. Sebaiknya kita hindari sikap menunda ini, mendahulukan apa yang kita pikirkan dan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini menjadi sebuah tolak ukur dan pengembangan pola pikir masa depan bagi kualitas hidup kita. Adanya tekad yang optimis dan motivasi pribadi kita untuk  dapat menyelesaikan aktivitas masing-masing menjadi lebih baik dari hari sebelumnya

Kamis, 19 Juni 2014

berakhir Kesedihan

mulai ini tintaku tertuang dan tulisan-tuiisan pun memberikan kabar
keceriaan telah lenyap,hanya sendu slalu menghantui dengan diiringi melodi tak berirama
sadarkan pikiran, hati , jiwa raga yang slalu mengelak dari amanah
andai badai ada disini dapat tersapu dengan sendu ini

kapan ku melangkah sembari mengiri melodi yang indah
kapan ku bisa merubah segala dari rintangan yang terjang dari kerikil  tajam
esok akan melangkah lebih baik walau rintangan menghadang
bismillah.... kali ini terus beroptimis walau tak trasa ku mnginjakkan selangkah demi
selangkah dengan waktu terus beriiringan

Minggu, 15 Juni 2014

semangat perjuangan menuju keberhasilan

ya Allah satu langkah lagi semga bisa berhasil

Alloohumma nawwir bil kitaabi bashoriiwasyrohbihi shodriiwasta'mil bihi badaniiwa ath'liq bihi lisaaniiwa qowwii bihi janaaniiwasyrohbihi fahmiiwa qowwii bihi 'azmiibihaulika wa quwwatika fa innahu laa haula wa laa quwwata illa bika Yaa Arhamar Roohimiin.

amiin ya rabal alamin

Kamis, 12 Juni 2014


Dunia ini penuh fatamorgana yang telah menhantui manusia hanyalah sesaat. walaupun kita tak bisa seperti malaikat yang selalu patuh untukNya, maka dari manusia itu sendiri sudah ada petunjuk jalanNya yang harus dilalui bukan dihindari dengan perbuatan seenaknya. walau manusia inginnya selalu yang terbaik hanya manusia tetapi harus juga terbaik disisiNya