Menghilangkan Sikap Menunda
Masyarakat hidup di dunia ini penuh perhitungan dalam setiap saat. Sedikit
demi sedikit waktu yang kita perlukan, akan terasa cepat. Walaupun itu, mengapa waktu dapat kita biarkan terus-menerus
hingga tak sadar diri? bagaimana waktu itu penuh bermakna dalam setiap
aktivitas ? apa yang seharusnya kita pentingkan?. Kebiasaan masyarakat
cenderung mengabaikan waktu dalam konteks aktivitasnya. Karena tak dapat kita
pungkiri, banyak orang melakukan aktivitas dalam hal kebiasaan menunda
waktu, apabila waktu pun tiba terkadang
orang menjadikan waktu itu lupa dalam kebiasaan, sebab yang ia jalani belum tentu
mencapai waktu target.
Di sisi lain dalam pertemuan diskusi sering kali mahasiswa
menganggap jam karet ini sudah terbiasa sebagaimana hal yang wajar di kalangan
mahasiswa. Dengan adanya tersebut perlunya tindakan sanksi yang tegas dari
dosen terhadap mahasiswa agar berdisplin waktu dan perlu menghargai waktu.
kebiasaan menunda terus-menerus akan berdampak merugikan diri sendiri dan dapat
mempengaruhi waktu orang lain. Hal ini tak dapat kita terapkan kembali dalam
sosialisasi kehidupan.
Berbeda halnya dengan ilmu fisika menyatakan bahwa waktu itu
sangatlah berharga dalam gagasan penelitian. Para ilmuwan lain seperti Einsten,
dapat memperhitungkan setiap waktu dari segi substansi dan keilmiahan yang
dimiliki serta hasil penemuan yang ia jalani hingga sekarang ini dapat bermanfaat.
Sekarang
kita benahi terlebih dahulu dalam segala aktivitas, seperti kebiasaan tidak
tepat waktu dalam aktivitas sosial maupun kepribadian diri sendiri. Sebaiknya
kita hindari sikap menunda ini, mendahulukan apa yang kita pikirkan dan apa
yang sedang kita hadapi sekarang ini menjadi sebuah tolak ukur dan pengembangan
pola pikir masa depan bagi kualitas hidup kita. Adanya tekad yang optimis dan
motivasi pribadi kita untuk dapat menyelesaikan
aktivitas masing-masing menjadi lebih baik dari hari sebelumnya